Sergej Jakirovic menegaskan bahwa kehadiran Hull City Premier League musim ini bukanlah sebuah kebetulan semata. Pelatih asal Bosnia itu siap membungkam semua kritik yang menyebut timnya bakal langsung terdegradasi ke Championship. Sebelum menjamu Manchester United di MKM Stadium, Jakirovic tampil percaya diri dan menyebut semua prediksi miring justru menjadi motivasi besar bagi skuadnya.
Hull City memang tampil mengejutkan musim lalu ketika berhasil promosi ke Premier League setelah menang 1-0 atas Middlesbrough di final play-off Championship. Padahal, The Tigers nyaris terdegradasi ke League One dan hanya selamat berkat selisih gol pada musim 2024-25. Kini, tim asuhan Jakirovic dianggap sebagai kandidat terkuat juru kunci oleh bandar judi dan sejumlah pengamat, termasuk dua mantan pemain timnas Inggris.
Kisah Promosi Dramatis Hull City ke Premier League
Momen promosi Hull City menjadi salah satu kisah paling fantastis di sepak bola Inggris musim lalu. Gol telat Oli McBurnie memastikan kemenangan 1-0 atas Middlesbrough dalam final play-off Championship, sekaligus mengantarkan The Tigers kembali ke kasta tertinggi. Ini menjadi promosi keempat Hull City ke Premier League sejak 2008.
Sukacita itu semakin terasa ketika Jakirovic berbicara di hadapan 40.000 pendukung yang memadati area di depan Hull City Hall. Dalam pidatonya, ia bercanda bahwa tugas awalnya hanya bertahan di Championship, tetapi justru berakhir dengan promosi. “Saya hanya punya satu tugas sebelum musim dimulai, yaitu bertahan di Championship… Saya gagal. Kami akan ke Premier League!” ujarnya disambut sorak sorai para pendukung.
Sindiran Pedas Joe Cole dan Carlton Cole
Tak semua orang percaya Hull City bisa bertahan di Premier League. Mantan pemain timnas Inggris, Joe Cole dan Carlton Cole, bahkan melontarkan sindiran pedas di podcast mereka pekan ini. Joe Cole mengatakan Hull City sudah “selesai” dan ia akan terkejut jika tim tersebut mampu bertahan di kasta tertinggi.
Beberapa pernyataan Joe Cole yang memicu kemarahan pendukung Hull City antara lain:
- “Hull City sudah habis, kawan.”
- “Mereka menghabiskan £70 juta dan saya akan tercengang jika mereka bertahan.”
- “Mereka masuk lewat pintu belakang dan menyelinap ke Premier League.”
Jakirovic pun merespons sindiran itu dengan nada tegas. Ia menyebut komentar kedua mantan pemain itu bodoh dan tidak menghormati klub serta para pemain yang sudah bekerja keras. “Mudah saja mengatakan kami akan finis di posisi ke-20, tapi bisakah mereka bertaruh untuk itu? Jika mereka berada di posisi saya, mereka pasti akan berjuang,” ujar Jakirovic.
Tantangan Berat Hull City Premier League
Jakirovic menyadari betul bahwa tantangan yang dihadapi Hull City musim ini jauh lebih berat dibanding musim lalu. Ia mengakui ada jurang yang sangat besar antara Championship dan Premier League, terutama karena harus berhadapan dengan tim, pemain, dan pelatih terbaik dunia. Meski demikian, ia justru merasa bersemangat menghadapi tantangan itu.
“Kami butuh 40 poin, semuanya sangat jelas,” ujar pelatih berusia 49 tahun itu. Ia menambahkan bahwa bertahan di Premier League akan menjadi pencapaian yang lebih besar daripada sekadar promosi musim lalu. “Kami butuh keajaiban lagi untuk bertahan,” tegasnya.
Menariknya, Jakirovic mengaku selalu bisa tidur nyenyak menghadapi tekanan ini. “Saya selalu tidur seperti bayi karena ini hanyalah olahraga pada akhirnya,” ucapnya sambil tersenyum. Ia menegaskan dirinya siap tampil segar dan menunjukkan kemampuan terbaik saat menjamu Manchester United pada Sabtu siang.
Dukungan Penuh Ketua dan Strategi Transfer
Ketua Hull City, Acun Ilicali, memberikan dukungan penuh kepada Jakirovic, bahkan berjanji tetap mempertahankannya meskipun timnya turun kasta. Klub telah merekrut 11 pemain baru dan memecahkan rekor transfer klub dua kali pada bursa transfer musim panas ini. Jakirovic menyebut beberapa pemain anyar itu masih butuh waktu untuk beradaptasi dan membangun chemistry dengan tim.
Namun, perekrutan pemain belum berhenti. Jakirovic mengungkapkan bahwa Hull City masih menargetkan tiga hingga empat pemain tambahan sebelum bursa transfer ditutup. “Saya dan ketua memiliki hubungan yang sangat baik sejak pertemuan pertama, dan kami selalu berdiskusi untuk memperkuat tim,” jelasnya.
Kisah Hidup Jakirovic yang Membentuk Ketangguhannya
Di balik sikap percaya diri Jakirovic, tersimpan kisah hidup yang penuh perjuangan. Pria kelahiran Mostar, Bosnia dan Herzegovina, yang saat itu masih menjadi bagian dari Yugoslavia, ini tumbuh besar di Metkovic, Kroasia. Masa kecilnya diwarnai pengalaman traumatis saat harus berlari menghindari bom pesawat dan mengungsi selama perang Balkan pada 1990-an.
Pengalaman itu membentuk ketangguhan mental dan cara pandangnya terhadap hidup. Karier bermainnya membawanya ke Slovakia, Slovenia, dan Bulgaria sebelum akhirnya beralih menjadi pelatih. Hull City menjadi klub kedelapannya dalam sembilan tahun berkarier sebagai manajer.
Kini Jakirovic bertekad membuktikan bahwa dirinya mampu bersaing di panggung Premier League. “Saya tidak ragu karena saya sudah membuktikan mampu melakukan hal-hal hebat,” tegasnya. Ia percaya bahwa kerja keras, dukungan ketua klub, dan kekompakan tim bisa menjadi modal untuk membungkam para peragu.
Sindiran, prediksi miring, dan status underdog tidak mengubah tekad Jakirovic membawa Hull City membuktikan diri di Premier League. Dengan dukungan penuh ketua klub, rekrutan baru, dan pengalaman hidup yang membentuk mentalitasnya, pelatih asal Bosnia itu percaya timnya bisa melakukan keajaiban lagi. Laga melawan Manchester United akan menjadi ujian pertama yang sesungguhnya bagi Hull City Premier League musim ini.
Publik sepak bola Inggris pun menanti apakah Hull City bisa membungkam para peragu atau justru membenarkan prediksi mereka. Namun satu hal yang pasti: Jakirovic dan anak asuhnya tidak akan menyerah tanpa perlawanan sengit. “Kami tidak di sini secara kebetulan,” kata Jakirovic, dan itu cukup menjadi peringatan bagi siapa pun yang meremehkan Hull City.
