DR Congo vs Inggris: ‘Ada Celah di Tim Inggris’, Siap Kejutkan Piala Dunia

Laga DR Congo vs Inggris di babak 32 besar Piala Dunia menjadi salah satu pertandingan yang paling dinanti. Tim asuhan Sébastien Desabre berhasil melaju ke fase gugur setelah tampil solid di babak grup. Mantan kapten DR Congo, Gabriel Zakuani, percaya timnya punya peluang besar untuk mengejutkan dunia dan menyingkirkan Thomas Tuchel beserta anak asuhnya.

DR Congo dan Keyakinan Zakuani Hadapi Inggris

Gabriel Zakuani, yang pernah menjadi kapten tim nasional DR Congo, menolak tawaran menjadi komentator untuk pertandingan ini. Ia mengaku terlalu emosional jika harus bekerja saat timnya berlaga di laga terbesar dalam sejarah mereka. “Ada terlalu banyak emosi di dalamnya. Saya tidak akan sanggup melakukannya,” ujar Zakuani kepada media Inggris.

DR Congo vs Inggris

Mantan bek Peterborough United ini justru memilih menonton pertandingan bersama komunitas besar DR Congo di West Green Road, Tottenham. Ia merasa bangga bisa menyaksikan perjuangan tim yang turut ia bentuk dari diaspora Kongo di Eropa. Zakuani berperan besar dalam mengumpulkan pemain-pemain keturunan Kongo yang bermain di liga-liga Eropa untuk memperkuat DR Congo vs Inggris di panggung Piala Dunia.

Celah di Tim Inggris yang Bisa Dieksploitasi

Zakuani tidak ragu menyebut ada kelemahan yang terlihat jelas di skuad Inggris. Ia mengambil inspirasi dari performa Ghana saat melawan Inggris di babak grup. Menurutnya, jika tim lawan duduk bertahan, Inggris kesulitan membongkar pertahanan. “Ada celah di Inggris. Saya pikir itu sangat jelas,” kata Zakuani.

Ia menambahkan bahwa kunci mengalahkan Inggris adalah menghentikan Jude Bellingham. “Jika Anda menghentikan Bellingham, Anda menghentikan sebagian besar permainan Inggris. Tim kami sangat atletis dan bagus dalam bertahan. Saya pikir kami punya lebih banyak daya gedor dibanding Ghana,” jelasnya. Zakuani optimistis jika DR Congo bisa bertahan cukup lama, peluang mencetak gol akan datang dan harus dimanfaatkan dengan klinis.

Pemain Diaspora: Kekuatan Tersembunyi di Balik DR Congo vs Inggris

DR Congo diperkuat sejumlah pemain yang lahir atau besar di Eropa, termasuk beberapa yang pernah membela tim junior Inggris. Hanya enam pemain dalam skuad yang lahir di DR Congo. Berikut beberapa nama kunci yang diperkirakan akan tampil:

  • Yoane Wissa (Newcastle United) – penyerang cepat yang sudah malang melintang di Premier League.
  • Aaron Wan-Bissaka (bek kanan) – sempat bermain untuk Timnas U-21 Inggris sebelum akhirnya memilih DR Congo.
  • Noah Sadiki (gelandang Sunderland) – pemain muda Belgia yang lebih memilih DR Congo setelah merasa lebih terpanggil.
  • Axel Tuanzebe (Burnley) – satu sekolah dengan Marcus Rashford di Manchester, tampil mengesankan selama turnamen.

Zakuani bercerita bahwa ia harus meyakinkan Wan-Bissaka dengan mendatangi rumah orang tuanya di Purley bersama pelatih Desabre. “Aaron tampil fantastis di turnamen ini. Saya pikir dia kurang beruntung tidak dipanggil Inggris, terutama setelah menjadi pemain terbaik West Ham. Saat panggilan itu tidak datang, dia memutuskan sudah cukup,” ungkap Zakuani.

Perjalanan Berat DR Congo Menuju Piala Dunia

Lolos ke Piala Dunia bukanlah perkara mudah bagi DR Congo. Mereka finis satu poin di belakang Senegal di grup kualifikasi, lalu menyingkirkan raksasa Afrika seperti Kamerun dan Nigeria di babak playoff, sebelum mengalahkan Jamaika di final antar-konfederasi. Perjalanan keras itu justru membuat tim semakin tangguh.

“Perjalanan itu mungkin membuat kami terbiasa bermain di bawah tekanan. Persatuan di ruang ganti terlihat oleh semua orang,” kata Zakuani. Ia yakin timnya mampu memberikan kejutan besar di laga DR Congo vs Inggris nanti. “Di dalam ruang ganti, mereka percaya bisa meraih hasil positif. Saya pikir akan ada skandal besar di sini. Saya tidak hanya bicara karena saya di pihak Kongo, tetapi saya yakin pertandingan akan lebih ketat dari perkiraan banyak orang.”

Kesimpulan: Peluang Kejutan Masih Terbuka

Pertemuan DR Congo vs Inggris di babak 32 besar Piala Dunia bukanlah laga yang bisa dianggap remeh. Dengan semangat juang tinggi, pemain diaspora berbakat, dan keyakinan penuh dari mantan kaptennya, DR Congo siap memberikan perlawanan sengit. Inggris mungkin diunggulkan, tetapi sepak bola selalu menyisakan ruang untuk kejutan.