Kemenangan telak 3-0 atas Manchester City pada Community Shield menjadi bukti paling mutakhir bahwa kedalaman skuad Arsenal adalah ancaman serius bagi semua pesaing gelar musim ini. Martin Ødegaard menuntaskan pesta Arsenal dengan memperdaya Gianluigi Donnarumma untuk mencetak gol ketiga di Principality Stadium, Cardiff. Para suporter Arsenal yang bertandang ke Wales selatan bahkan melontarkan ejekan khas kepada kubu City: “Can we play you every week?”
Kemenangan ini memang tidak akan memicu perayaan sebesar gelar juara liga pada Mei lalu, yang mengakhiri penantian 22 tahun Arsenal. Sebelum mencapai puncak, Arsenal harus puas tiga musim beruntun menjadi runner-up, dan kini giliran City yang merasakan pahitnya dipermalukan rival terdekat. Laga ini juga menjadi pertemuan pertama era pasca-Pep Guardiola, mempertemukan dua mantan asistennya yang sama-sama mengincar takhta: Mikel Arteta dan Enzo Maresca.

Kedalaman Skuad Arsenal Bungkam City di Principality Stadium
Arsenal tampil tanpa ampun sejak menit awal dan sudah unggul sebelum Maresca benar-benar nyaman duduk di bangku cadangan. Myles Lewis-Skelly hanya butuh sekitar 20 detik untuk mengingatkan Thomas Tuchel apa yang hilang dari timnas Inggris musim panas ini lewat umpan cemerlangnya kepada Riccardo Calafiori. Gol pembuka itu lalu disusul gol indah Kai Havertz sebelum jeda, pertanda bahwa City akan menjalani sore yang panjang di Wales.
Tekad Arsenal untuk menang sudah terlihat sejak peluit awal ditiupkan, sebagaimana pernyataan Viktor Gyökeres sebelum laga: “Melawan City? Di laga persahabatan? Kami ingin menang.” Para pendukung Arsenal yang memadati tribun nyaris tidak percaya dengan apa yang mereka saksikan. Dalam 48 menit, Arsenal sudah membuktikan perbedaan kelas dengan tiga gol yang lahir dari skema permainan rapi.
Berikut ringkasan gol yang tercipta dalam laga ini:
- Gol pertama: Riccardo Calafiori memanfaatkan umpan terobosan Myles Lewis-Skelly saat laga baru berjalan sekitar 20 detik.
- Gol kedua: Kai Havertz menuntaskan kerja sama apik yang melibatkan Martin Ødegaard dan Christos Tzolis sebelum turun minum.
- Gol ketiga: Martin Ødegaard memperdaya Gianluigi Donnarumma untuk memastikan kemenangan 3-0.
Duel Dua Murid Guardiola di Era Baru Premier League
Menariknya, laga ini mempertemukan dua mantan asisten Guardiola yang kini berebut mahkota. Mikel Arteta datang dengan skuad yang jauh lebih dalam berkat tambahan Bruno Guimarães dan Christos Tzolis. Sementara itu, Enzo Maresca baru saja duduk di bangku cadangan untuk laga resmi pertamanya sejak menggantikan Guardiola, dan langsung menyaksikan timnya tertinggal.
Arteta tahu betul bagaimana rasanya menunggu lama sebelum meraih gelar. Arsenal melewati tiga musim beruntun di posisi kedua sebelum akhirnya mengakhiri penantian 22 tahun pada Mei lalu. Kini, dengan skuad yang lebih bertaji, Arsenal difavoritkan mempertahankan gelar, sementara City harus menghadapi kenyataan pahit sebagai pihak yang kalah telak.
Lewis-Skelly dan Guimarães Jadi Momok Lini Tengah City
Lewis-Skelly adalah faktor besar di balik keberhasilan Arsenal memastikan gelar pada Mei lalu, ketika ia ditarik masuk ke lini tengah setelah Martín Zubimendi kehabisan tenaga di sisa musim. Pemain yang belum genap 20 tahun bulan depan ini tampil dominan melawan Elliot Anderson, rekrutan anyar City senilai 116 juta poundsterling, serta Mateo Kovacic. Pekan ini sempat beredar kabar bahwa Lewis-Skelly ditawarkan ke Manchester United dan Chelsea, tetapi penampilannya melawan City hampir pasti membuat Arteta enggan melepasnya.
Bruno Guimarães, sementara itu, langsung memikat hati pendukung Arsenal lewat tekel agresif khas Brasil untuk merebut bola dari Phil Foden. Nyanyian “Bruno, Bruno” bergema di stadion dan semakin keras ketika ia melepaskan umpan silang sempurna ke jalur Noni Madueke. Tidak heran City merasa lega ketika pemain Brasil itu ditarik keluar saat turun minum.
Dampak bagi City: Rodri Pergi dan Kewajiban Belanja Pemain
Kekalahan ini membuka fakta bahwa City harus segera bergerak di bursa transfer. Dengan Rodri yang dikabarkan akan hengkang ke Barcelona, merekrut setidaknya satu gelandang tengah lagi untuk mendampingi Elliot Anderson menjadi prioritas utama. Ayyoub Bouaddi dari Lille bisa memberi energi muda, meskipun melihat kekuatan lini tengah Arsenal, pengalaman tambahan tetap diperlukan jika City ingin serius bersaing. Enzo Fernández dari Chelsea mungkin cocok dengan profil yang dibutuhkan.
Adapun bagi Arsenal, kemunculan Declan Rice di babak kedua menjadi pengingat betapa melimpahnya pilihan yang mereka miliki. Para suporter sempat bernyanyi “He said it’s not done”, merujuk pada pidato Rice di ruang ganti Etihad Stadium seusai Arsenal dikalahkan City pada Maret lalu. Keputusan Bukayo Saka kembali lebih cepat setelah kiprahnya bersama Inggris di Piala Dunia juga menjadi catatan tersendiri, meskipun dampak jangka panjangnya masih perlu dipantau.
Yang juga menggembirakan bagi Arsenal adalah bangkitnya Ødegaard sebagai kekuatan menyerang. Musim lalu kapten Arsenal itu diganggu cedera, tetapi setelah tampil apik untuk Norwegia di Piala Dunia, ia menjadi pusat permainan terbaik Arsenal. Ketika mencetak gol penutup, suporter pun melontarkan ejekan “you’re getting sacked in the morning” kepada Maresca, yang terlihat berdiskusi panjang dengan pemain dan stafnya saat peluit panjang berbunyi.
Jalan Panjang Maresca dan Ambisi Warisan Arteta
Maresca punya pekerjaan rumah besar di City. Pada musim gugur lalu, klub lamanya sempat terlihat paling mampu menantang Arsenal sebelum perselisihan dengan manajemen mengakhiri masa baktinya. Kini ia harus membangun tim dari skuad yang sangat lekat dengan gaya Guardiola, dan itu butuh waktu.
Arteta sendiri percaya Maresca punya bekal untuk sukses. “Dia punya kepribadian, karakter, dan terutama pengetahuan,” kata Arteta pekan ini soal rival barunya itu. Bagi Arteta, pertanyaan terbesarnya kini adalah apakah ia bisa membangun warisan yang suatu hari menandingi Guardiola. Kemenangan di Community Shield ini adalah langkah awal yang bagus untuk menjawab pertanyaan itu.
Kemenangan 3-0 atas City bukan sekadar trofi musiman, melainkan pernyataan niat dari tim yang kini memiliki skuad terbaik dan terdalam di liga. Dari Lewis-Skelly hingga Guimarães, dari Rice yang duduk di bangku cadangan hingga Ødegaard yang kembali tajam, kedalaman skuad Arsenal menunjukkan kesiapan mereka mempertahankan takhta.
Di sisi lain, City wajib segera berbenah sebelum musim dimulai, terutama di lini tengah. Jika tidak, mimpi buruk seperti di Principality Stadium ini bisa terulang lebih sering. Untuk saat ini, pesta Arsenal layak dinikmati, dan peringatan bagi semua pesaing sudah terkirim dengan jelas.