Pertandingan sengit antara Perancis vs Paraguay di Piala Dunia Geopolitik menyisakan kontroversi besar. Laga yang digelar di Philadelphia itu berakhir dengan kemenangan tipis 1-0 untuk Les Bleus melalui tendangan penalti Kylian Mbappé. Namun, jalannya pertandingan justru dipenuhi aksi-aksi keras dari pemain Paraguay yang luput dari hukuman wasit. Banyak pihak menilai pertandingan ini sebagai salah satu yang paling kontroversial di turnamen tersebut.

Jalannya Pertandingan: Kekerasan Tanpa Hukuman
Sejak menit awal, Paraguay menunjukkan pendekatan fisik yang agresif. Andrés Cubas melakukan tekel keras kepada Adrien Rabiot, sementara Juan José Cáceres beberapa kali menghadang Mbappé dengan kasar. Sayangnya, wasit asal Uzbekistan, Ilgiz Tantashev, tidak memberikan kartu kuning kepada pemain Paraguay sama sekali. Sebaliknya, tiga pemain Perancis justru masuk buku catatan wasit.
Keputusan wasit yang dianggap berat sebelah membuat permainan semakin memanas. Para pengamat sepak bola menilai bahwa wasit gagal mengendalikan pertandingan dan membiarkan Paraguay menggunakan taktik “kotor” untuk mengimbangi kualitas Perancis. Meski demikian, Brasil juga sempat mengalami situasi serupa di laga melawan Norwegia pada hari yang sama.
Kontroversi Wasit dan Penalti yang Dipaksakan
Puncak kontroversi terjadi saat penalti diberikan kepada Perancis. Désiré Doué dilanggar oleh Diego Gómez di kotak terlarang. Wasit awalnya tidak meniup peluit, tetapi setelah melihat tayangan ulang VAR, ia dengan enggan menunjuk titik putih. Sebelum eksekusi, pemain Paraguay, Gustavo Velázquez, merusak titik penalti dengan sengaja, namun tetap tidak dihukum. Kiper Paraguay, Orlando Gill, juga mencoba mengintimidasi Mbappé dengan ucapan dan gerakan.
Mbappé tetap tenang dan sukses mengeksekusi penalti. Setelah gol, ia menunjukkan senyum sinis dan menolak bersalaman dengan Gill usai pertandingan. Tindakan ini memicu reaksi Gill yang melempar bola ke arah Mbappé, mirip insiden Ray Wilkins di Piala Dunia 1986.
Reaksi Mbappé dan Dampak bagi Turnamen
Usai laga, Mbappé melontarkan pernyataan pedas. “Mereka pikir kami datang dengan jas untuk bermain, tapi kami juga tahu cara bermain sepak bola kasar. Kami menang dan lebih baik dari mereka,” ujarnya. Pernyataan ini menunjukkan bahwa Perancis tidak gentar dengan permainan fisik lawan.
Bagi para penggemar mix parlay, pertandingan ini menjadi sorotan karena jalannya yang penuh kejutan dan tendensi kontroversial. Banyak petaruh yang sempat meragukan kemenangan Perancis mengingat agresivitas Paraguay, namun pada akhirnya kualitas individu Mbappé menjadi pembeda.
Kinerja Wasit Dipertanyakan
Wasit Ilgiz Tantashev dipastikan tidak akan memimpin laga selanjutnya di turnamen ini. Federasi sepak bola Uzbekistan pun mendapat sorotan karena kepemimpinannya yang dianggap lemah. Meskipun tidak separah “Battle of Santiago” tahun 1962, pertandingan ini tetap meninggalkan citra buruk bagi penyelenggara.
Kesimpulan: Kemenangan yang Pahit
Perancis vs Paraguay di Philadelphia menjadi contoh bagaimana sepak bola bisa berubah menjadi ajang adu fisik jika wasit tidak tegas. Meski Perancis akhirnya menang, kontroversi yang menyertainya membuat kemenangan ini terasa pahit. Turnamen Piala Dunia Geopolitik perlu mengevaluasi standar pengawasan wasit agar pertandingan serupa tidak terulang. Sementara itu, Mbappé dan kawan-kawan melaju ke babak berikutnya dengan modal kepercayaan diri yang tinggi, meskipun harus melewati laga yang sangat keras.