Premier League 2025-26: Kisah Musim Penuh Drama dalam 100 Foto

Premier League 2025-26 menyajikan salah satu musim paling dramatis dalam sejarah. Dari kejutan awal hingga perebutan gelar yang mendebarkan, setiap bulan menyimpan momen tak terlupakan. Artikel ini merangkum perjalanan musim Premier League 2025-26 dalam kilas balik 100 foto—mulai dari kemenangan dramatis Liverpool hingga perpisahan Pep Guardiola. Simak cerita lengkapnya di bawah.

Agustus: Awal Musim yang Dramatis

Juara bertahan Liverpool harus bersusah payah mengalahkan Bournemouth 4-2 di laga pembuka, setelah kehilangan Diogo Jota. The Reds juga menang tipis atas Newcastle berkat aksi Rio Ngumoha, lalu mengalahkan Arsenal melalui tendangan bebas indah Dominik Szoboszlai yang menjadi gol terbaik bulan itu.

Premier League

Sementara itu, Manchester City tumbang 0-2 di kandang dari Tottenham dan kalah 1-2 dari Brighton. Everton meresmikan stadion baru mereka, Hill Dickinson Stadium, dengan kemenangan. Sunderland, yang kembali ke papan atas, memulai dengan dua kemenangan dari tiga pertandingan.

September: Gol Akhir yang Berlimpah

Bulan ini dipenuhi gol penentu di masa injury time. Gabriel Martinelli mencetak gol penyeimbang bagi Arsenal saat melawan Man City, lalu Gabriel Magalhães memastikan kemenangan 2-1 atas Newcastle dengan sundulan di menit ke-96. Liverpool menang dramatis atas Burnley berkat penalti Mo Salah di menit ke-95, sementara Eddie Nketiah memberi kemenangan telat bagi Crystal Palace atas tim asuhan Arne Slot—kekalahan pertama Liverpool musim ini.

Aston Villa akhirnya meraih kemenangan setelah lima laga tanpa menang dengan membalikkan keadaan melawan Fulham. Di dasar klasemen, Graham Potter dipecat West Ham, digantikan Nuno Espírito Santo yang baru saja meninggalkan Nottingham Forest. Man City dengan nyaman memenangi derby Manchester 3-0.

Oktober: Pemberhentian Kontroversial

Ange Postecoglou dipecat Nottingham Forest hanya 19 menit setelah kalah 3-0 dari Chelsea—40 hari setelah menggantikan Nuno. Liverpool menjalani bulan buruk dengan kekalahan dari Chelsea, Manchester United, dan Brentford.

Kemenangan Bournemouth 2-0 atas Forest membawa mereka ke posisi kedua, sementara Sunderland masuk empat besar setelah menang 2-1 di kandang Chelsea. Di dasar, Burnley menang dramatis atas Wolves berkat gol Lyle Foster di menit ke-95. Pelatih Wolves, Vítor Pereira, bereaksi marah terhadap pelecehan suporter.

November: Emosi Memuncak

Insiden aneh terjadi saat Idrissa Gueye (Everton) menampar rekannya sendiri, Michael Keane, dalam kemenangan 1-0 atas Manchester United—akibat kartu merah. Eberechi Eze mencetak hat-trick saat Arsenal menghancurkan Tottenham 4-1 untuk unggul enam poin di puncak.

Manchester City menang 3-0 atas Liverpool, lalu Harvey Barnes memberi Newcastle kemenangan atas City. Tyler Adams mencetak gol dari lingkaran tengah, namun Bournemouth tetap kalah 3-2 dari Sunderland yang sedang terbang tinggi. Fans West Ham memprotes pemilik klub dengan peti mati dan mobil jenazah sebelum melihat timnya mengalahkan Burnley 3-2.

Desember: Rekor dan Kontroversi

Mohamed Salah menuduh Liverpool membuangnya setelah tiga laga tidak menjadi starter—imbang 3-3 di Elland Road. Emi Buendía mencetak gol dengan tendangan terakhir saat Aston Villa mengalahkan Arsenal. Namun saat kedua tim bertemu lagi, Villa yang sedang dalam 11 kemenangan beruntun dikalahkan Arsenal 4-1.

Erling Haaland menjadi pemain tercepat mencapai 100 gol Premier League saat Man City memenangi laga sembilan gol melawan Fulham.

Januari: Perubahan Manajer Besar-besaran

Chelsea berpisah dengan Enzo Maresca pada Tahun Baru, digantikan sementara oleh Liam Rosenior. Masa buruk Ruben Amorim di Manchester United berakhir setelah imbang 1-1 dengan Leeds. Michael Carrick, yang menjadi pelatih interim United, langsung mengalahkan rival sekota Man City pada laga pertamanya, lalu menang 3-2 di Arsenal.

Igor Thiago mencetak hat-trick melawan Everton dan dua gol melawan Sunderland, menekan Haaland dalam perebutan sepatu emas.

Februari: Comeback dan Kejutan

Erling Haaland mencetak penalti menit ke-93 untuk membawa Man City bangkit mengalahkan Liverpool. Arsenal kehilangan keunggulan dua gol melawan Wolves yang berada di dasar klasemen setelah kesalahan komunikasi kiper David Raya dan Gabriel Magalhães.

Tottenham memecat Thomas Frank dan menunjuk Igor Tudor, tetapi ia menyaksikan timnya dihancurkan Arsenal 4-1. Burnley sempat menyamakan kedudukan 3-3 dari ketinggalan 0-3 melawan Brentford, namun gol telat Mikkel Damsgaard membuat usaha mereka sia-sia.

Maret: Kutipan Aneh dan Rekor Baru

Liam Rosenior mengeluarkan pernyataan paling aneh musim ini dengan mengatakan pemainnya mencoba “menghormati bola” saat mereka mengelilingi bola dan wasit Paul Tierney dalam formasi aneh sebelum laga melawan Newcastle—yang berakhir 0-1 di kandang.

Kepemimpinan Tudor yang buruk berlanjut dengan kekalahan dari Fulham, Crystal Palace, dan Nottingham Forest. Arsenal membuka keunggulan sembilan poin di papan atas setelah Max Dowman menjadi pencetak gol termuda Premier League (16 tahun 73 hari) saat mengalahkan Everton 2-0. Danny Welbeck mencetak dua gol untuk Brighton saat mengalahkan Liverpool 2-1.

April: Perebutan Gelar Membara

Dalam laga krusial, Man City mengalahkan Arsenal 2-1 di Etihad berkat penampilan gemilang Rayan Cherki. Kedua tim masih memiliki peluang juara di akhir musim. Fans City mengejek rivalnya dengan klaim hasil itu memicu “kepanikan di jalanan London”.

West Ham menghancurkan Wolves 4-0, Forest menang 4-1 atas Burnley dan 5-0 atas Sunderland, meninggalkan Tottenham—kini dengan manajer baru Roberto De Zerbi—terperosok di zona degradasi bersama Burnley dan Wolves.

Mei: Arsenal Akhirnya Juara

Alih-alih panik, fans Arsenal justru berpesta di jalanan London saat tim mereka meraih gelar pertama sejak 2004 melalui serangkaian kemenangan tipis. The Gunners finis tujuh poin di atas Man City, yang harus melepas Pep Guardiola setelah 10 tahun gemilang.

Di dasar klasemen, Tottenham selamat dari degradasi, sementara West Ham—yang ditolak satu poin oleh VAR saat melawan Arsenal dalam momen penentu musim—turun kasta bersama Wolves dan Burnley.

Kesimpulan: Musim Premier League 2025-26 benar-benar tak terlupakan. Dengan drama, kontroversi, dan rekor baru, kisah ini akan terus diingat oleh para pecinta sepak bola. Pantau terus galeri 100 foto untuk melihat setiap momen emosional sepanjang musim.