AC Milan menutup kampanye pramusim mereka dengan sebuah pernyataan yang kuat. Dalam laga perebutan Trofeo Silvio Berlusconi, mereka berhasil meraih kemenangan meyakinkan 3-1 atas rival sekota, AC Monza. Sebuah laga pramusim terakhirr yang lebih dari sekadar uji coba.
Ini adalah sebuah pertunjukan kekuatan yang menunjukkan bahwa identitas permainan di bawah pelatih baru, Paulo Fonseca, mulai terbentuk. Namun, di tengah kemenangan Rossoneri, ada satu subplot emosional yang mencuri perhatian: Daniel Maldini, sang pewaris takhta dinasti legendaris, kembali mencetak gol di San Siro, namun kali ini sebagai lawan.
Pesta Gol Beragam: Dari Rabona Beruntung hingga Roket Reijnders
Kemenangan Milan dihiasi oleh tiga gol yang menunjukkan betapa beragamnya senjata yang mereka miliki di lini serang. Gol pertama terciptah dari sebuah momen keberuntungan sekaligus keberanian. Alexis Saelemaekers mencoba sebuah tendangan “rabona” yang luar biasa, dan bola yang berbelok arah setelah mengenai bek lawan berhasil mengecoh kiper.
Setelah Monza sempat menyamakan kedudukan, Luka Jović mengembalikan keunggulan Milan di awal babak kedua. Mengenakan nomor punggung 9 yang keramat, ia menunjukkan insting predatornya dengan menyambar bola muntah di depan gawang. Gol terbaik disimpan untuk yang terakhir, saat Tijjani Reijnders melepaskan sebuah tendangn roket dari luar kotak penalti, hasil dari skema tendangan bebas yang cerdas.
Continue reading